“Merawat Balita: Perkembangan anak sampai usia dua tahun..”

Sabtu, 31 Juli 2010

“Merawat <b>Balita</b>: Perkembangan anak sampai usia dua tahun..”


Merawat <b>Balita</b>: Perkembangan anak sampai usia dua tahun..

Posted: 30 Jul 2010 08:27 PM PDT

Penulisan ini sempat tertunda 6 bulan karena keterbatasan saya dalam menyiasati waktu selama masa pendidikan.  Kali ini topik yang akan saya sampaikan mengenai perkembangan anak sampai usia 2 tahun.  Definisi perkembangan pernah dibahas sebelumnya, yaitu bertambahnya kemampuan anak sesuai usia.  Perkembangan pada anak dipengaruhi oleh potensi genetik anak dan faktor lingkungan.  Faktor lingkungan ini mencakup: lingkungan mikro (ibu atau pengganti ibu), lingkungan mini (ayah, kakak, adik, kakek, nenek), lingkungan meso (tetangga, teman bermain, Puskesmas, dll), dan lingkungan makro (program pemerintah, profesi kesehatan, WHO, dll).

Skrining perkembangan yang sering dipakai oleh profesi kesehatan adalah Denver II.  Metoda ini dapat mendeteksi  perkembangan anak sampai usia 6 tahun.  Aspek perkembangan yang dinilai ada 4 yaitu perkembangan motorik kasar, motorik halus, personal sosial dan bahasa.  Meskipun tampak penilaian hanya pada 4  aspek tetapi sesungguhnya terdapat aspek-aspek lain didalamnya.   Perkembangan yang normal tampak seiring pada ke-4 aspek tersebut.  Bila hanya satu aspek yang bermasalah atau terlambat, maka harus disampaikan bahwa keterlambatan hanya pada aspek yang dimaksud.  Misalnya terdapat keterlambatan pekembangan bahasa maka didiagnosis sebagai delayed speech.  Bila ditemukan 2 atau lebih dari ke-4 aspek tersebut terlambat, maka disebut keterlambatan menyeluruh (global delayed).

Motorik kasar
Perkembangan ini mudah dipantau karena tampak dengan jelas.  Proses perkembangan ini telah terprogram, meliputi perkembangan postur, lokomosi, dan terkoordinasi.  Hubungan perkembangan motorik kasar dan kecerdasan sangat sedikit.  Anak dengan retardasi mental tidak selalu memiliki keterlambatan perkembangan motorik kasar dan anak dengan perkembangan motorik kasar yang sangat cepat belum tentu merupakan anak yang cerdas.  Meskipun kecepatan perkembangan motorik kasar masing-masing anak bervariasi tetapi urutan perkembangan ini hampir selalu sama, dan rentang variasinya sangat luas.

Awal perkembangan motorik kasar ini berupa refleks primitif yang berfungsi sebagai perlindungan pada bayi.   Refleks tersebut sudah disampaikan pada tulisan sebelumnya (trimester pertama).   Dengan bertambah usia, refleks ini akan hilang dan muncul refleks yang lebih sempurna.  Bila masih ditemukan refleks primitif yang menetap menunjukkan adanya gangguan yang harus di evaluasi lebih jauh.  Kecepatan perkembangan masing-masing anak sangat bervariasi dan umumnya masih dalam batas normal.  Keterlambatan perkembangan juga dapat karena kurangnya stimulasi.  Beberapa anak mengalami perkembangan motorik yang mendahului rata-rata perkembangan anak seusianya, tetapi perkembangan motorik kasar yang cepat tidak selalu disertai superioritas mental.

Motorik halus
Perkembangan motorik halus merupakan petunjuk tingkat kecerdasan yang lebih baik daripada motorik kasar. Perkembangan kemampuan anak dalam pemecahan masalah visuomotor merupakan gabungan fungsi penglihatan dan motorik halus yang ditunjukkan melalui kemampuan tangan dan jari-jari serta koordinasi mata-tangan.
Bayi mulai memegang benda usia 3 bulan, dan harus menjadi perhatian khusus bila belum mampu mengenggam di usia 6 bulan. Bayi mampu memegang sesuatu dengan ibu jari dan jari telunjuk di usia 9 bulan dan memasukkahn balok kubus kedalam cangkir usia 12 bulan. Pada usia diatas 1 tahun, bayi mulai mencoret-coret di usia 15 bulan, menyusun 2 menara kubus pada usia 18 bulan. Bayi mengambil manik-manik dengan kedua jari pada usia 21 bulan dan menyusun menara 4 kubus pada usia 2 tahun.

Perkembangan Bahasa
Perkembangan bahasa merupakan proses paling kompleks diantara seluruh perkembangan. Pada perkembangan ini dibutuhkan fungsi represif dan ekspresif. Fungsi represif merupakan kemampuan anak untuk mengenal dan bereaksi terhadap seseorang maupun kejadian disekitarnya, pada awalnya mengerti mimik, nada suara dan akhirnya mengerti kata-kata. Fungsi ekspresif merupakan kemampuan anak untuk mengutarakan pikirannya, dimulai dari komunikasi preverbal, kemudian dengan mimic, gerakan tubuh, dan akhirnya menggunakan kata-kata (verbal).

Kemampuan berbicara seorang anak dengan lainnya berbeda karena sangat individual. Bahkan pada anak dalam satu keluarga, kemampuan perkembangan bicara dan bahasa berbeda. Pada usia 2 bulan, bayi dapat mengeluarkan suara "ooo-ooo". Mengeluarkan suara "Guuu- guuu" pada usia 4 bulan. Anak terdengar bergumam (babbling) seperti "mam-mam pada usia 6 bulan. Mengucapkan "dadada" pada usia 8 bulan. Dapat mengerti "tidak boleh" atau suara nada tinggi pada usia 9 bulan. Menyampaikan kata "dada" dan "mama" degan arti pada usia 10 bulan. Dapat mengucapkan kata pertama yang benar selain mama, pada usia 11 bulan dan 2 kata pada usia 1 tahun. Sampai usia 15 bulan, anak mampu mengucapkan kata-kata baru 4-6 kata. Terkadang anak berbicara dengan bahasa aneh (immature jargoning). Usia 18 bulan bayi daapat mengucapkan kalimat pendek. Pada usia 21 bulan,anak mampu mengucapkan sekitar 50 kata dan di usia 24 bulan hampir mencapai 200 kata.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini terjadi beberapa perubahan gaya hidup masyarakat, termasuk dalam metoda pengasuhan anak. Karena kesibukannya, orangtua sering membiarkan anak menonton TV untuk melengkapi kebutuhan edukasi sekaligus hiburan. Dengan banyaknya program acara TV akan membuat anak "diam" karena terpaku menonton acara kesukaannya. Orangtua memiliki cukup waktu untuk bekerja dan istirahat, menganggap nantinya anak akan berkembang dengan sendirinya setelah mendapat stimulasi dari acara TV tersebut.

Bentuk keterlambatan bicara yang paling sering ditemukan adalah keterlambatan pematangan (maturational delay). Hal ini disebabkan gangguan pematangan proses di otak yang diperlukan untuk bicara. Kejadian ini lebih sering pada anak laki-laki, dan sering disertai keterlambatan bicara pada keluarga. Anak akan berbicara lebih lancer pada usia sekolah. Anak dengan maturational delay tidak menunjukkan gangguan kepandaian maupun gangguan pengertian (reseptif). Bila anak menyampaikan keinginannya dengan menangis, maka upayakan supaya ibu memberikan reaksi dengan kata-kata sehingga memacu anak untuk juga berbicara sehingga dengan cara ini diharapkan anak mulai menggunakan bahasa sebagai alat dalam menyampaikan keinginannya.

Pada anak berusia di bawah 2 tahun, sebaiknya hindari kebiasaan menonton televisi, dan pilih aktivitas yang dapat membantu perkembangan bahasa dan pematangan otak anak seperti berbicara, membaca, menyanyi, bermain, mendengarkan musik, dsb. Beberapa penyebab terjadinya keterlambatan bicara antara lain: gangguan pendengaran, gangguan perkembangan jiwa, dua bahasa, retardasi mental, keterlambatan pematangan otak,dll.

Personal sosial
Tidak mudah mendisiplinkan anak usia di bawah 2 tahun karena mereka belum memahami tentang baik-buruk dan benar-salah. Bila hal itu menyangkut masalah keselamatannya, maka kita harus bersikap tegas. Penyampaian pada anak dapat lewat kata-kata ataupun bahasa tubuh. Bila anak menyentuh pisau atau stop kontak, larang dan jelaskan dengan bahasa yang dapat dimengerti anak, sehingga mereka akan selalu ingat untuk tidak melakukan hal sama. Berikan informasi mengenai benar dan salah sehingga akan terus diingat dan melekat pada diri anak.

Pada usia 4-5 bula, bayi sering minta digendong dan mencoba menarik perhatian bayi atau anak lain dengan melambungkan badan ke atas atau ke bawah, menendang, tertawa, atau bermain dengan ludah. Bayi tertawa keras dan menjerit gembira. Menoleh ke arah suara ibu atau pengasuhnya. Juga menoleh ke arah suara-suara lainnya. Ia juga ingin digendong oleh siapa saja yang mendekatinya, tetapi bayi akan memberikan reaksi yang berbeda pada wajah-wajah yang tersenyum atau suara-suara yang ramah dan suara-suara yang menunjukkan amarah.

Usia 6-7 Bula, mulai malu pada orang asing,tersenyum kepada bayi lain dan menunjukkan minat terhadap tangisannya. Bayi tersenyum bahkan tertawa ketika bermain dengan orang dewasa yang sudah akrab dengannya, sebaliknya, akan langsung bersikap "menjaga jarak" atau malah ketakutan terhadap orang yang asing baginya. Kadang ia menunjukkan rasa malu seperti mencoba menyembunyikan wajahnya ketika berada dekat orang asing.

Usia 8-9 Bulan: berteman dengan bayi lain
Si kecil mulai mengagumi anak lain seusianya dan akan mencoba untuk menyentuh bayi lain yang duduk di sebelahnya. Permainan seperti berkumpul bersama atau bermain di taman akan menyenangkannya. Ia dapat memberi respon dengan lambaian tangan atau bertepuk tangan, memberi perintah dengan gerakan tubuhnya semisal, "Berikan itu!" dengan cara mengulurkan tangannya. Ia juga mencoba meniru kata-kata, isyarat, dan gerakan-gerakan sederhana dari orang lain.

Mulai menunjukkan ekspresi perasaan pada usia 12 Bulan,melambaikan tangan dan mengatakan selamat tinggal. Mengucapkan "da-da" ketika ibunya pergi dan senang jika diberi atau menerima pelukan. Di tahun pertama ini, dia juga lebih mampu mengekspresikan perasaannya. Kalau kita melarang dengan berkata "Tidak!" atau "Jangan!", bayi akan marah, atau tertawa ketika ia merasa senang dan bahagia. Di usia ini, bayi mulai main bersama dan terkadang kesal atau bingung bila temannya mengambil salah satu mainannya.

Skrining perkembangan
Skrining ini merupakan pemeriksaan singkat untuk mengetahui adakah penyimpangan dari perkembangan normal, tetapi tidak dapat mengetahui dimana letak kelainan. Skrining harus dilakukan waktu per waktu sehingga kelainan yang ditemukan dapat di intervensi lebih dini.

Pemeriksaan perkembangan
Bila ditemukan keterlambatan perkembangan, harus dilakukan pengulangan pemeriksaan pada waktu yang berbeda sebagai pemantauan. Bila telah yakin dengan kelainan tersebut maka harus di rujuk pada profesi yang lebih ahli untuk memastikan dimana letak kelainan tersebut sehingga dapat dilakukan intervensi dini. Perkembangan anak akan dinilai ulang dari waktu ke waktu dan dicatat sebagai data anak dan disampaikan kepada orangtua. Bila didapatkan keraguan dalam pemeriksaan maka dilakukan pengulangan, jangan menyampaikan sesuatu pada orangtua sebelum yakin terhadap pemeriksaan tersebut.

Anak-anak dengan kelainan perkembangan motorik membutuhkan kerjasama dengan diberbagai disiplin ilmu. Kelainan sebaiknya sudah dapat diketahui sebelum berusia 6 bulan dan intervensi harus segera dilakukan. Seorang anak harus berkembang sesuai tahapan perkembangan motorik normal, walaupun dengan kecepatan berbeda-beda. Jangan menganggap bahwa perkembangan itu akan membaik dengan sendirinya dan menunda intervensi. Diagnosis yang ditegakkan terlambat membuat intervensi makin sulit.

Topik tentang perkembangan ini selalu dipertanyakan para orangtua, terutama bila memiliki anak laki-laki dengan maturational delay. Dengan menulis ini, saya membaca dan mengingat kembali topik ini dengan lebih detil sehingga sangat membantu dalam dan memberikan informasi dan motivasi pada para orangtua juga diri saya pribadi selaku orangtua. Demikian topik ini saya sampaikan, semoga dapat membantu dalam pemantauan perkembangan anak- anak kita dari waktu ke waktu.

Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Diposkan oleh iwan di 03.14  

0 komentar:

Poskan Komentar